PS Sleman menjalani laga tandang terakhirnya menghadapi PSM Makassar di Stadion Andi Mattalata. Pada laga ini, pelatih Laskar Sembada, Seto Nurdiyantoro, membawa 18 anak asuhnya. PS Sleman juga dipastikan tak tampil dengan kekuatan penuh akibat beberapa pemain yang harus absen.
“Satu akumulasi, (Asyraq) Gufron. Ada beberapa yang cedera, seperti Haris (Tuharea) dan Samuel (Christianson). (Irkham) Mila juga belum bisa bergabung setelah dari Sea Games. Jadi, yang kita bawa yang sekiranya siap untuk menghadapi PSM,” ungkapnya.
Pelatih asal Kalasan itu juga mengriitik jadwal liga. Pasalnya, Super Elja hanya memiliki waktu 3 hari untuk berpindah dari Lamongan ke Makassar. Namun, hal ini juga dialami oleh tim-tim lain. Oleh karena itu, ia mengungkapkan pendapatnya sebagai pelatih pada umumnya.
“Artinya ini sebenarnya kendala buat semua pelatih. Mungkin bisa jadi setiap pertandingan tidak maksimal karena recovery yang terlalu singkat. Akan tetapi, kalau memang begitu, ya harus kita jalani,” ujar mantan pelatih PSIM Yogyakarta itu.
Mengenai lawan yang akan dihadapi, Seto mengakui bahwa PSM Makassar bukan tim yang lemah. Haal itu dibuktikan dengan titel juara Piala Indonesia yang mereka dapatkan tahun ini. Materi pemain PSM Makassar juga merata dan mumpuni. Namun, PS Sleman tetap akan mencoba meraih poin.
“Apapun itu kami di sini mencoba untuk mencuri poin, entah satu entah tiga. Harapannya di pertandingan ini kami mendapatkan banyak pembelajaran karena PSM tim yang bagus. Mungkin dengan formasi yang baru atau entah apa nanti yang kita tampilkan, itu akan menjadi pembelajaran untuk kami,” tutupnya.
Laga melawan PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta berakhir imbang. Gol dari Yevhen Bokhashvili berhasil dibalas lewat tendangan penalti Aaron Evans. Atas hasil seri ini, Seto Nurdiyantoro mensyukurinya.
“Hasil 1-1 kita syukuri. Hasil yang positif untuk kita, untuk PSS,” ujarnya.
Seto juga memang menjadikan laga ini menjadi pembelajaran untuk timnya. Pertandingan ini merupakan kali kedua PS Sleman menjajal skema 3-4-3. Setelah sebelumnya tidak membuahkan hasil di Lamongan, kali ini LaskarSembada mendapat satu poin.
“Perkembangan pemain semakin paham. Dari bertahan cukup bagus, tetapi saat menguasai bola kita masih sering kehilangan bola. Itu yang harus kita perbaiki dan ada beberapa evaluasi lagi. Memang dari awal saya sudah bilang kalau kita belajar di pertandingan ini,” ungkap Seto.
Tentang laga yang berjalan, Seto mengungkapkan bahwa laga berjalan cukup menarik. Meskipun, PS Sleman sering tertekan dan hanya melakukan serangan sporadis, tetapi akhirnya tercipta gol di menit akhir paruh pertama.
“Itu yang sebenarnya kita inginkan. Banyak kreativitas, banyak terobosan-terobosan, itu yang saya inginkan. Akan tetapi, ini baru belajar jadi ini menjadi evaluasi kami,” tutur mantan pelatih PSIM Yogyakarta itu.
Beberapa hari jelang digelarnya laga antara PS Sleman yang menjamu PSIS Semarang dalam gelaran 8 besar Divisi Utama 2014, pihak kepolisian tidak mengizinkan laga leg ke-2 ini digelar di Stadion Maguwoharjo. Potensi adanya kerusuhan membuat pihak terkait tidak memberikan izin. Lantas, panitia pelaksana akhirnya memilih lapangan AAU untuk menggelar laga tersebut.Sebelumnya, laga ini bersifat sangat tertutup tanpa dihadiri kedua kelompok suporter mereka. Dan juga, pertandingan ini sebenarnya tidak berpengaruh terhadap hasil dari kedua kesebelasan. Namun, yang menjadi persoalan adalah, kedua tim berupaya menghindari dari posisi juara grup karena nantinya mereka akan bertemu tim kuat, Borneo FC pada babak semifinal.26 Oktober 2014Tepat 5 tahun yang lalu, kejadian yang sangat memalukan dan tentu saja mendapat banyak kecaman banyak pihak. Entah siapa yang menginisiasi untuk melakukan sepak bola kotor di hari tersebut. Lima gol yang tercipta seolah menunjukkan bahwa 25 orang yang ada di dalam lapangan terlihat sangat bodoh. Kedua kesebelasan juga nampak tidak memperlihatkan sepak bola yang semestinya. Justru mereka nampak bak seolah anak kecil yang sedang memainkan gim winning eleven yang pada intinya, sesuka mereka.Selepas Maghrib di hari yang sama, baru muncul pemberitaan yang sangat tidak mengenakkan di telinga fans kedua tim. “Sepak bola gajah,” pola kecurangan lawas kembali terulang. Memang benar saja, ke-5 gol yang tercipta, keseluruhan gol dibuat secara sengaja. Bahkan beberapa own goal sengaja dilakukan karena, ya mereka tidak ingin bertemu Borneo nantinya.Sanksi dan Perasaan MaluSelang beberapa hari kemudian, Federasi mengeluarkan sepucuk surat yang tentu saja sangat tidak kita inginkan. Ya, surat tersebut kurang lebih berbunyi hukuman terhadap pelaku, baik pemain maupun pelatih, serta wasit yang bertugas. Dan yang paling menyayat hati adalah, kedua tim dinyatakan diskualifikasi dari kompetisi tersebut. Padahal, kedua tim sebenarnya sangat berpotensi untuk naik kasta, dan memiliki sederet pemain berkualitas.Tangis kesedihan pun pecah. Seolah semua orang tidak percaya bahwa hal bodoh di sepak bola Indonesia terjadi. Cemoohan dan caci maki seolah tak mau menyingkir hingga kini. Memang itu aib yang sangat pedih bagi kedua suporter. Tapi, apa boleh buat, jika semuanya sudah kadung terjadi.Tetap Yakin dan Inilah HasilnyaLima tahun sudah berlalu. Kedua belah pihak cukup sukses dalam mempertahankan ekosistem yang ada di kota masing-masing. Kedua suporter masih sangat bergeliat paska kejadian memalukan tersebut. Baik PSS dan PSIS, keduanya lantas berjuang susah payah untuk bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia kembali.Buah keyakinan yang besar, kedua tim pada akhirnya dipertemukan kembali pada tahun ini. Tentu saja kedua tim kembali berhadapan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kunci dari semuanya adalah dukungan fans mereka yang masih menaruh harapan besar dengan penuh keyakinan untuk tim mereka.Pada akhirnya, kita semua kembali menegakkan kepala. Awan kelabu sudah lama menghilang, meskipun Dalang dibalik itu semua belum terungkap. Tak perlu kembali malu, cukup diingat.Dan inilah mengapa sepak bola harus dihadiri oleh suporter atau penonton. Tentu saja karena, apabila hal itu terjadi di depan mata suporter, semua pemain pasti akan diteriaki umpatan buah dari permainan kotor mereka, dan akan lebih dahulu menghentikan pertandingan ketimbang peluit wasit.Terima kasih Tuhan, badai sudah berlalu, maafkan semua pihak yang telah berbuat tak semestinya. Kami berjanji, membawa sepak bola Indonesia jauh lebih baik dari hari itu. Semoga saja.
Persela Lamongan memang berada di bawah PSS jika melihat urutan klasemen sementara Shopee Liga 1. Laskar Joko Tingkir tertahan di posisi 15 atau satu strip di atas zona degradasi. Namun bila melihat cara bermain yang ditunjukkan Alex dan kolega, kitat patut waspada terhadap Persela.
Persela datang ke Bumi Sembada dengan track record yang cukup mentereng. Dari lima pertandingan terakhir, mereka tak sekalipun kehilangan poin.
Bahkan sanggup mengalahkan Bali united dengan skor 2-0. Pertandingan terakhir di Stadion Surajaya, mereka juga menahan imbang tim besar Persib Bandung dengan skor 2-2.
Nil Maizar adalah salah satu pelatih yang berkarakter dan cukup idealis dalam memainkan sepakbola bermazhabkan defend counter. Berbeda dengan Seto Nurdiyantoro, pelatih kepala PS Sleman ini memainkan sepakbola yang lebih menyerang menyerang berbasis ball possesion.
Di bawah asuhan Nil Maizar, Persela perlahan mulai bangkit menjadi tim dengan pertahanan yang cukup solid dan agresif dalam mengganggu fase awal lawan membangun serangan. Mereka bertahan dengan formasi 4-4-2 dengan level pertahanan yang medium.
Mereka akan melakukan pertahanan rapat di area tengah Lapangan. Lalu gelandang mereka yang diisi Kei Hirose lebih terbiasa melakukan man marking.
Dua pemain asing Persela yakni Alex dan Kei Hirose akan mencoba melakukan pressing atas untuk mengarahkan serangan lawan melalui samping dan mencoba untuk merebut bola dengan menumpuk pemain di area dekat di mana bola sedang berada.
Prioritas utama mereka melakukan hal itu adalah untuk mencegah bola dari lawan bisa bergerak melalui area tengah. Saat bola sudah dimainkan disalah satu bek tengah, Alex bereaksi untuk menutup koneksi antar dua bek tengah lawan.
Sementara kei Hirose yang di awal bertugas menjaga gelandang bertahan lawan, akan bereaksi melakukan pressing ke pemain bertahan lain yang membawa bola.
Yang dilakukan kei Hirose ini cerdas karena dalam satu aksi dia dapat menciptakan dua keunggulan sekaligus, yakni menutup akses operan ke gelandang bertahan lawan untuk yang nantinya akan dialirkan ke tengah, dan juga mengganggu pemain bek tengah memegang bola.
Dalam situasi ini, si pemegang bola akan terjepit karena ketersediaan opsi passing yang minim, karena pemain sayap yang dekat dengan bola akan menjaga fullback lawan.
Biasanya si pembawa bola akan melakukan long pass jauh ke depan dengan tingkat akurasi yang rendah. Hal ini relatif akan lebih mudah untuk diantisipasi dari pada serangan yang dilakukan secara konstruktif dan bergerak melalui area tengah.
Mekanisme pertahanan di atas cukup sukses Persela lakukan saat melawan Borneo FC, Madura United dan Persib Bandung.
Untuk menang, PSS harus bisa nyaman dalam memainkan gaya permainan sendiri. Sepakbola menyerang dengan basis ball posession, berani membangun serangan dari bawah dan bergerak dari lini ke lini.
Untuk nyaman tersebut, PR pertama yang harus diselesaikan secara tuntas adalah melepaskan diri dari pressing Alex dan kei Hirose .PSS harus memastikan bahwa koneksi antar pemain tidak terganggu sehingga sirkulasi bola bisa berjalan lancar dan tidak masuk ke dalam perangkap jebakan pressing yang dilakukan Persela.
Langkah kedua adalah rotasi posisi para gelandang dalam melepaskan diri dari penjagaan man marking. Dalam fase ini fullback PSS berperan krusial untuk menjaga lebar area permainan sehingga memberikan ruang yang cukup bagi penyerang untuk menerima bola di ruang antar lini.
Yang terakhir adalah efektivitas penyelesaian akhir. Bagaimana nantinya setiap peluang harus bisa dikonversi menjadi gol. Jangan sampai peluang matang yang datang terbuang sia-sia akibat penyelesaian yang kurang tenang ataupun tidak melihat posisi rekan sendiri yang lebih strategis.
Pemain PSS harus yakin dengan kemampuan yang dimilikinya. Mereka harus nyaman dalam memainkan sepakbola itu sendiri, sehingga naluri bermain dengan gaya permainan PSS sendiri bisa muncul dengan di dampingi intruksi pelatih Seto Nurdiyantoro langsung dar
Hasil pertandingan antara PSS Sleman vs Badak Lampung dalam laga Liga 1 Indonesia ditutup dengan skor akhir 5-1 di Stadion Maguwoharjo, Selasa (03/12).Kedua tim akan sama-sama ingin mendapatkan kemenangan skor besar di pertemuan kali ini. Gol diprediksi akan terjadi sejak awal babak pertama. Taktik dan performa kedua tim akan diuji.Badak Lampung harus mewaspadai pemain seperti Bokhasvili yang mengejar tambahan koleksi golnya. Bukan tidak mungkin sang pemain akan dapat lebih dari satu gol di laga sore ini.
Hasil PSS Sleman vs Badak Lampung
Kedua tim sama-sama mencoba membuat tempo laga yang tidak terlalu lambat sejak menit-menit awal babak pertama. PSS Sleman masih kerap terkena jebakan offside. Umpan-umpan panjang kerap dilakukan oleh para pemain yang berlaga di Stadion Maguwoharjo.
Gol terjadi di menit ke-14 untuk skor 1-0 keunggulan PSS Sleman. Yevhen Bokhashvili menjadi pemain yang berhasil menjebol gawang Daryono.Meski stadion terlihat tidak terlalu penuh, namun gemuruh dukungan suporter masih bisa terdengar. Hal ini membuat kedua tim jadi sama-sama bersemangat untuk menghasilkan gol sebelum akhir babak pertama.Gol terjadi lagi yang jadi gol ke-15 pemain Ukraina, Yevhen Bokhashvili. Ia berlari super tenang dan melepas bola usai ditempel ketat dua pemain lawan sekaligus untuk gol skor 2-0 di menit ke-34.Strategi 3 bek kubu Badak Lampung terbukti perlu tidak digunakan lagi di babak kedua nantinya. Mereka terbukti kerap dengan mudah dipecundangi para penyerang PSS Sleman. Fokus jebakan offside tidak selalu bisa diandalkan
PSS Sleman sulit ditaklukkan Badak Lampung
Badak Lampung terus berupaya menerobos lini pertahanan tim tuan rumah. Pelanggaran demi pelanggaran mulai terjadi, namun belum berbuah kartu kuning.Gol terjadi lagi untuk PSS setelah Haris menciptakan gol kelima miliknya. Ia sukses melepas tendangan melewati kiper lawan di menit ke-52 untuk skor 3-0! Tidak ada perubahan taktik dilakukan kubu Badak Lampung.Gol masih terjadi dan untuk keunggulan PSS Sleman di menit ke-56 untuk skor 4-0! Kali ini gol itu dihasilkan oleh Ocvian Chanigio memanfaatkan umpan Kushedya Yudo. Pemain belakang PSS Sleman sampai bisa bermain jauh ke depan memanfaatkan lemahnya lini pertahanan Badak Lampung.Gol skor 5-0 terjadi di menit ke-67 hasil terjangan Kushedya Yudo. Gol itu memancing emosi para pemain Badak Lampung hingga sempat terjadi ketegangan dilapangan yang melibatkan dua pemain. Tetap tidak ada kartu kuning.Gol hiburan skor 5-1 terjadi di menit ke-76 hasil usaha Aulia Hidayat. Berkelit sebentar, ialangsung melepas tendangan keras yang akurat. Saking kerasnya, mistar gawang sampai goyang dombret.Wasit pun akhirnya meniup peluit panjang akhir babak kedua, hasil pertandingan PSS Sleman vs Badak Lampung ditutup dengan skor akhir 5-1.
Susunan pemain PSS Sleman kontra Badak Lampung:
PSS Sleman: Ega Rizky Pramana, Asyraq Gufron, Ikhwan Ciptady, Purwaka Yudhi, Samuel Christianson, Dave Mustaine, Jefri Kurniawan, Ricky Kambuaya, Rangga Muslim, Ricky Kambuaya, Antoni Putro Nugroho.
Badak Lampung: Daryono, Anthony Golec, Bojan Malisic, Kalvin Wopi, Akbar Tanjung, Saepulloh Maulana, Kurniawan Karman, Arthur Bonai, Suhandi, Fernandinho, Marquinhos.